Senin, 10 Oktober 2016

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Organisasi

Pada kesempatan kali ini kami akan menyimpulkan hasil dari pembelajaran kami yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. Dimana kita ketahui bersama bahwa manusia dan organisasi sudah pasti mengalami perubahan yang berkelanjutan. Sehingga semua perubahan perlu dipahami untuk mengurangi tekanan resistensi terhadap perubahan.

Berbicara mengenai faktor berarti kita akan membahas tentang segala sesuatu yang mempengaruhi terjadinya perubahan. Kami akan merangkum pernyataan dari beberapa ahli mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan.

      1. Kebutuhan Peubahan Hussey

Hussey mengemukakan bahwa ada 6 faktor yang menjadi pendorong terjadinya perubahan.

a. Perubahan Teknologi yang Terus Meningkat
Seperti yang kita ketahui bersama dan dalam postingan sebelumnya kita telah membahas betapa cepat dan pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi di masa sekarang. Apa yang terjadi sekarang juga akan terus berkembang terutama dalam bidang teknologi. Oleh karena itu, sebagai sumber daya manusia yang bermutu harus mengikuti perubahan terutama dalam bidang teknologi agar tidak tertinggal dengan fasilitas teknologi yang terus berkembang dari hari ke hari.

b. Persaingan semakin Intensif dan Menjadi Lebih Global
Saat ini, persaingan sangat tajam dterutama di dunia pekerjaan. Banyak organisasi yang harus memperbaiki standar kualitasnya demi mengikuti perubahan yang terus mengejar. Jika dikalahkan oleh perubahan maka akan memaksa sebuah organisasi menutup usahanya.

c. Pelanggan semakin Banyak Tuntutan
Persaingan yang semakin tajam membuat sebuah organisasi harus selalu membuat inovasi untuk mempertahankan pelanggan. Organisasi yang tidak lagi mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, maka pelanggan akan beralih kepada kompetitor lain.

d. Profil Demografis Negara Berubah
Kelompok penduduk tua dan muda berubah dengan akibat kekurangan keterampilan terutama dalam penggunaan teknologi. Sikap kelompok tua terharap kesempatan kerja terjadi karena tidak lagi memiliki keterampilan, Sehingga memengaruhi perubahan yang akan terjadi dalam lingkungan dan kualitas kerja. Perkembangan demografis akan sangat berpengaruh terhadap pola kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dunia usaha harus mampu menanggulangi masalah tersebut.

e. Privatisasi Bisnis Milik Manyarakat Berlanjut
Kecenderungan yang terjadi dalam dunia bisnis adalah terjadinya privatisasi yang semakin luas. Dengan privatisasi bisnis, monopoli yang dimiliki sekelompok masyarakat tertentu menjadi hilang. Privatisasi merupakan kecenderungan baru dunia bisnis uang akan semakin berkembang. Walaupun kepemilikikan tidak berubah, sistem baru dibangun untuk menciptakan kompetisi dan tumbuhnya kekuatan pasar yang lebih besar lagi.

f. Pemegang Saham Minta Lebih Banyak Nilai
Perusahaan akan berada di bawah tekanan apabila kinerjanya tidak sesuai dengan harapan, meskipun usahanya masih menguntungkan. Dalam situasi seperti ini, tekanan tidak hanya datang dari keluhan pemegang saham, tetapi karena prestasinya menurun, maka dapat menjadi target untuk diambil alih oleh perusahaan lainnya bahkan gulung tikar.

      2. Kekuatan Perubahan Greenberg dan Baron

Greenberg dan Baron memisahkan antara perubahan terencana dengan perubahan yang tidak terncana sebagai faktor penentu perubahan. Perubahan terencana adalah aktivitas yang dimaksudkan dan diarahkan dalam sifat dan desainnya untuk memenuhi beberapa tujuan organisasi. Sementara itu, perubahan tidak terencana merupakan pergeseran dalam aktivitas organisasi karena adanya kekuatan yang sifatnya eksternal, diluar kontrol organisasi.

a. Perubahan Terencana
Greenberg dan Baron (1997) menyebutkan bahwa perubahan terencana ialah sebagai berikut :
            
1. Changes in products or services ( perubahan dalam produk atau jasa )
Perkembangan teknologi telah mendorong tumbuhnya produk baru sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pelanggan. Di samping itu, keberagaman produk dan peningkatan pelayanan akan lebih memuaskan pelanggan.

2. Changes in organizational size and structure ( perubahan dalam ukuran dan struktur organisasi )
Perubahan yang terjadi menyebabkan banyak organisasi melakukan restrukturisasi, Tindakan tersebut diambil sebagai suatu cara menanggapi perubahan dan melayani kebutuhan.

3. Changes in administrative system ( perubahan dalam sistem administrasi )
Perubahan sistem administrasi dimaksudkan untuk memperbaiki efisiensi, mengubah citra             perusahaan.

4. Introduction of new technology ( Introduksi teknologi baru )
Sekali lagi perubahan teknologi baru terus berlangsung secara cepat dan memengaruhi cara bekerja orang-  orang dalam organisasi. Teknologi baru diharapkan membuat organisasi semakin kompetitif.

b. Perubahan Tidak Terencana
Sementara itu, perubahan tidak terencana terjadi begitu saja dan mau tidak mau sebuah organisasi harus mengikuti perubahan tersebut. Perubahan tidak terencana menurut Greenberg dan Baron terjadi karena adanya hal-hal berikut :

1. Shifting employee demographics (pergeseran demografis pekerja)
Komposisi tenaga kerja mengalami perubahan dengan kecenderungan semakin beragam. Keberagaman tenaga kerja memerlukan perlakuan yang semakin beragam pula, sesuai dengan ciri kebutuhannya yang semakin berkembang.

2. Performance gaps (kesenjangan kinerja)
Tujuan organisasi yang menjadi ukuran kinerja tidak selalu dapat dicapai. Terjadi kesenjangan antara yang diharapkan dan yang dapat dicapai. Kesenjangan yang terjadi perlu direspons dengan berbagai tindakan perubahan

3. Government regulation (peraturan pemerintah)
Kebijakan dan peraturan pemerintah yang baru dapat mempengaruhi kelangsungan suatu bisnis. Hal yang pada waktu yang lalu diperbolehkan, suatu saat dapat dilarang. Bisnis perlu melakukan perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.

4. Global competition (kompetisi global)
Persaingan global menuntut bisnis semakin efisien dan mampu menghasilkan produk dan jasa lebih murah. Setiap perusahaan berusaha untuk mendapatkan market share yang semakin besar.

5. Changing economic conditions (perubahan kondisi ekonomi)
Perubahan kondisi ekonomi dapat menyebabkan usaha bisnis merugi dan menciptakan peluang terjadinya pengangguran. Perusahaan harus mampu menyusun strategi untuk bertahan dan bahkan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri.

6. Advances in technology (kemajuan dalam teknologi)
Kemajuan teknologi menyebabkan cara perusahaan beroprasi harus berubah. Terjadinya perubahan tersebut menuntu perusahaan mempersiapkan sumber daya manusia dapat menyerap dan mengikuti perkembangan teknologi serta memberdayakan teknologi tersebut.


      3. Kekuatan untuk Perubahan Robbins

Robbins mengungkapkan ada enam faktor yang merupakan kekuatan untuk perubahan, yaitu sebagai berikut :

1. Nature of the Workface (Sifat Tenaga Kerja)
Hampir setiap organisasi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bersifat multikultural. Kebijaksanaan dan praktik sumber daya manusia harus berubah agar dapat menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang semakin beragam. Organisasi harus dapat mengakomodasi kepentingan pekerja sebagai akibat keberagaman tersebut. Sementara itu, pekerja baru tidak mempunyai keterampilan cukup sehingga apabila dilakukan rekrutmen, perusahaan harus mengeluarkan banyak dana untuk pelatihan diperbagai bidang.
          
2. Technology (Teknologi)
Teknologi telah mengubah pekerjaan dan organisasi. Penggantian pengawasan dengan menggunakan komputer menyebabkan rentang kendali manajer semakin luas dan organisasi yang lebih datar. Teknologi informasi canggih membuat organisasi semakin responsif. Program-program Total Quality Control (TQM) dan reengineering dapat dilakukan.

3. Economic Shocks (Kejutan Ekonomi)
Globalisasi telah menunjukan dampaknya dengan timbulnya krisis ekonomi di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan. Beberapa negara diantaranya sudah berhasil sembuh, tetapi lainnya masih belum berhasil. Gejolak dalam harga minyak maupun devaluasi yang dilakukan oleh suatu negara akan berpengaruh luas pada beberapa negara lainnya. Pertarungan nilai tukar US Dolar terhadap Yen Jepang akan berdampak pada perekonomian dunia.

4. Competition (Persaingan)
Sifat persaingan telah berubah menjadi bersifat global. Organisasi harus dapat mempertahankan diri baik dari pesaing tradisional yang mengembangkan produk dan jasa baru dan kecil, maupun perusahaan yang menampilkan kewirausahaan dengan tawaran yang sangat inovatif. Dalam suasana persaingan seperti itu akan terjadi merger dan konsolidasi dari beberapa perusahaan untuk memperkuat posisinya dalam persaingan, serta berkembangnya e-commerce. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan akan hancur digilas oleh persaingan.
          
5. Social Trends (Kecenderungan Sosial)
Salah satu contoh social trends adalah terjadinya kecenderungan kelompok muda untuk menunda perkawinanm dan banyaknya perkawinan yang berakhir dengan perceraian. Di Indonesia terdapat kecenderungan meningkatnya pekerja wanita dengan segala konsekuensinya.

6. World Politics (Politik Dunia)
Perubahan politik dunia jelas sangat berpengaruh kuat terhadap perubahan. Dirobohkannya tembok Berlin, leburnya Uni Soviet, terbukanya pasar Cina, dan politik antiterorisme merupakan contoh tindakan politik yang dilakukan oleh negara besar tidak lain merupakan usaha untuk melindungi kepentingan negaranya sendiri, terutama kepentingan ekonomi.

4. Penggerak Perubahan Anderson
Anderson (2006) mengemukakan bahwa terdapat tujuh faktor penggerak yang dapat memengaruhi berlangsungnya perubahan. Empat penggerak pada umumnya sudah dikenal oleh para pemimpin dan tiga penggerak lainnya relatif masih baru bagi mereka. Faktor penggerak bergerak dari faktor yang sifatnya eksternal dan impersonal seperti faktor lingkungan, pasar dan organisasi, menuju pada faktor yang sifatnya internal dan personal seperti pada faktor budaya dan orang.
Pemimpin pada umumnya lebih akrab dengan ranah eksternal seperti lingkungan, pasar, bisnis, dan organisasi, sedangkan ranah internal, budaya, perilaku, dan pola pikir yang sama pentingnya merupakan masalah baru bagi kebanyakan pemimpin.
Apabila pemimpin tidak menaruh perhatian pada ranah internal dan mengandalkan pada kekuatan perubahan yang biasa dipergunakan oleh ranah eksternal, usaha perubahan mereka akan mengalami kegagalan.

1. Lingkungan
Lingkungan merupakan dinamika konteks yang lebih luas di mana organisasi dan orang. Faktor lingkungan ini termasuk; sosial, bisnis dan ekonomi, politik, pemerintahan, teknologis, demografis, legal, dan lingkungan alam.

2. Kebutuhan Pasar untuk Sukses
Kebutuhan pasar ini merupakan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang menentukan apa yang dilakukan untuk memperoleh keberhasilan bisnis dipasar. Di samping pemenuhan kebutuhan akan produk dan jasa, juga kebutuhan seperti kecepatan dalam pengiriman, kemampuan menyesuaikan, tingkat kualitas, kebutuhan inovasi, tingkat pelayanan pelanggan dan sebagainya. Perubahan kebutuhan di pasar adalah hasil perubahan dalam kekuatan lingkungan. Misalnya, apabila lingkungan diberi masukan teknologi yang membuat kecepatan dan inovasi dapat terjadi, pelanggan meminta kualitas lebih tinggi, produk, dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan waktu lebih cepat.

3. Desakan Bisnis
Desakan bisnis menggambarkan apa yang harus dilakukan perusahaan secara strategis untuk berhasil dengan memberikan kebutuhan pelanggan akan perubahan. Hal ini memerlukan pemikiran ulang secara sistematis dan mengubah misi perusahaan, strategi, tujuan, model bisnis, produk, jasa, harga dan merek.

4. Desakan Organisasional
Desakan organisasional memperjelas apa yang harus berubah dalam struktur organisasi, sistem, proses, teknologi, sumber daya, dasar keterampilan atau staffing untuk melaksanakan dan mencapai sukses memenuhi desakan bisnis.

5. Desakan Kultural
Desakan kultural menunjukan bagaimana norma bekerja dan kerja sama dalam perusahaan harus berubah untuk mendukung dan mendorong desain baru organisasi, operasi, dan strategi. Misalnya, budaya teamwork mungkin diperlukan untuk mendukung proses reengineering bisnis untuk mendorong strategi perputaran waktu yang lebih cepat dan meningkatkan kemampuan reaksi pelanggan.

6. Perilaku Pemimpin dan Pekerja
Perilaku kolektif menciptakan dan menyatakan budaya organisasi. Perilaku menjelaskan gaya, nada, atau karakter yang dilakukan orang. Perilaku pemimpin dan pekerja menunjukan cara bagaimana pemimpin dan pekerja harus berperilaku berbeda untuk menciptakan kembali budaya organisasi dengan berhasil.

7. Pola Pikir Pemimpin dan Pekerja
Pola pikir meliputi pandangan, asumsi, keyakinan, atau mental model yang menyebabkan orang berperilaku dan bertindak seperti dilakukan. Menjadi peduli bahwa masing-masing mempunyai pola pikir, dan secara langsung mempengaruhi perilaku, keputusan, tindakan, dan hasil dalam membangun kemampuan mentransformasi orang dan organisasi.

      4. Aspek Perubahan Khan
Khan, pada tahun 1970 mengemukakan bahwa aspek berubahan yaitu:
a. Kultur yang semakin menakjubkan.
b. Munculnya elit-elit borjuis, birokrasi, dan meritoktratik.
c. Akumulasi pengetahuan ilmiah dan teknologi.
d. Institusional perubahan dan teknologikal, terutama dalam riset, pengembangan, inovasi dan difusi.
e. Industrialisasi dan moderenisasi yang mendunia.
f. Kemampuan yang makin mengikat dan waktu luang bertambah.
g. Pertumbuhan penduduk.
h. Urbanisasi menumbuhkan megapolis-megapolis.
i. Terasa adanya isu makro lingkungan.
j. Pergeseran arti jabatan-jabatan.

Para pembaca yang masih setia, Khan seakan akan telah melamarkan apa yang terjadi di masa sekarang ini. Karena yang telah dikemukakan oleh Khan telah terjadi pada saat ini. Jadi sebagai kesimpulan pada kesempatan ini ialah beberapa pakar telah mengemukakan masing-masing pendapat mengenai faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi dan semua yang mereka kemukakan memliki pernyataan yang hampir sama baik dalam bidang teknologi, ekonomi, pasar, dan peningkatan sumber daya manusia. Apapun itu, sebagai manusia yang ingin bertahan maka harus mengikuti perubahan yang terjadi sehingga kita tidak ketinggalan dan digilas oleh perubahan.

Demikianlah pertemuan kita dikesempatan ini, yang kami tulis masih jauh dari kesempurnaan karena kami juga sementara belajar untuk mengembangkan potensi yang kami miliki demi menyambut masa depan yang penuh dengan perubahan. Perubahan adalah sebuah kepastian dalam kehidupan, orang-orang yang selalu mengenang masa lalu dan meratapi masa kini, itulah orang-orang yang akan kehilangan masa depan. Mari Berubah!!!

0 komentar:

Posting Komentar